Inovasi Olah Sampah Plastik, KKN Kelompok 90 Pasang Ecobrick di Desa Pakikiran

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 90 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menghadirkan inovasi pengelolaan sampah plastik, melalui program pemasangan kreasi ecobrick di ruang publik Desa Pakikiran, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
Program tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Desa Pakikiran, Letda (Purn) Sarkim, pada Sabtu (15/8/2026). Program unggulan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memberikan solusi sederhana dalam menangani limbah plastik rumah tangga.
Ecobrick merupakan metode pemanfaatan limbah anorganik dengan cara memasukkan dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas hingga membentuk modul menyerupai bata. Modul tersebut selanjutnya dapat dirangkai menjadi berbagai bentuk yang memiliki fungsi sekaligus nilai estetika.
Dalam program KKN Kelompok 90, modul-modul ecobrick dirangkai dan dipasang di area publik Desa Pakikiran sebagai bagian dari penataan taman. Selain memperindah lingkungan, kreasi tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik.
Kepala Desa Pakikiran, Letda (Purn) Sarkim, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 90 yang menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah plastik tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama, termasuk masyarakat desa dan generasi muda.
"Pengelolaan sampah plastik merupakan tantangan bersama. Langkah inovatif yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN Kelompok 90 ini sangat mengedukasi warga. Melalui pemanfaatan ecobrick, kita dapat mengurangi volume sampah anorganik sekaligus mempercantik lingkungan Desa Pakikiran secara kreatif," ujar Sarkim.
Pihaknya berharap inovasi tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa KKN menyelesaikan program pengabdian. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan praktik pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 90 Desa Pakikiran, Haikal Citra Anugerah, mengatakan program ecobrick dirancang sebagai solusi pengelolaan sampah yang sederhana dan mudah diterapkan kembali oleh masyarakat.
"Melalui pengerjaan ecobrick ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik yang tadinya dianggap masalah sebenarnya bisa diolah menjadi barang yang berguna dan bernilai estetis tinggi," kata Haikal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).
Dia berharap keberadaan kreasi ecobrick di ruang publik Desa Pakikiran dapat menjadi pemantik kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. "Kami berharap karya ini dapat menjadi pemantik semangat bagi warga Desa Pakikiran untuk terus menjaga kebersihan serta mengelola sampah anorganik secara mandiri dan berkelanjutan," lanjutnya.
Program pemasangan ecobrick tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program jangka pendek, tetapi juga dapat menghadirkan inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa, inovasi pengolahan sampah plastik ini diharapkan dapat terus dikembangkan. Selain membantu mengurangi limbah anorganik, kreasi ecobrick juga dapat menjadi bagian dari upaya memperindah ruang publik dan membangun budaya peduli lingkungan di Desa Pakikiran, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia