Details

Gelar Orientasi Mahasiswa Baru, Pascasarjana UIN Saizu Bekali Riset hingga Etika Penggunaan AI

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami arah keilmuan, riset, layanan, dan tata kelola pendidikan di Pascasarjana UIN Saizu.

Orientasi berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan fondasi akademik kepada mahasiswa baru sebelum memasuki proses perkuliahan. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN Saizu Purwokerto, serta pemutaran video profil Pascasarjana.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Pascasarjana UIN Saizu, Prof. Moh. Roqib dan sambutan Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan sekaligus membuka rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru. Memasuki sesi inti, mahasiswa baru mendapatkan sejumlah materi yang diarahkan untuk membangun fondasi akademik pada jenjang Pascasarjana.

Materi pertama mengangkat tema “Falsafah Jabalul Hikmah dalam Pengembangan Keilmuan di Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto” yang disampaikan Prof. Moh. Roqib. Materi tersebut memperkenalkan landasan pemikiran yang menjadi bagian dari pengembangan tradisi keilmuan di lingkungan Pascasarjana UIN Saizu.

Selanjutnya, Dr. Novan Ardy Wiyani menyampaikan materi bertajuk “Riset di Pascasarjana dalam Tingkatan KKNI”. Materi ini memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai orientasi penelitian sekaligus standar kompetensi yang perlu dibangun selama menempuh pendidikan Pascasarjana.

Pembekalan riset menjadi bagian penting karena mahasiswa magister dan doktoral tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan penelitian yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) juga menjadi perhatian dalam orientasi mahasiswa baru Pascasarjana UIN Saizu. Hal tersebut dibahas melalui materi “Etika Pengembangan Keilmuan: Plagiarisme dan Penggunaan AI” yang disampaikan oleh Dr. Fahri Hidayat.

Materi tersebut menekankan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI dalam aktivitas pendidikan dan penelitian. Mahasiswa diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan, tetapi tetap memperhatikan etika ilmiah, orisinalitas karya, serta prinsip antiplagiarisme.

Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi secara efektif, tetapi juga memahami batasan dan tanggung jawab akademik dalam penggunaannya. Setelah sesi materi dan rehat, rangkaian orientasi dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penyampaian kewajiban mahasiswa Pascasarjana oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Atabik.

Mahasiswa kemudian mendapatkan penjelasan mengenai berbagai layanan akademik, keuangan, dan umum Pascasarjana yang disampaikan oleh Kasubag TU. Pengenalan juga mencakup berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Tim Unit TIPD memperkenalkan aplikasi Saizu Link sebagai salah satu layanan digital yang mendukung aktivitas mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa baru diperkenalkan dengan layanan UPTP Bahasa dan UPT Perpustakaan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran, penelitian, serta pengembangan kompetensi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi pengenalan masing-masing program studi yang dipandu oleh para ketua program studi (kaprodi) dan sekretaris program studi (sekprodi).

Orientasi mahasiswa baru Pascasarjana UIN Saizu tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesamaan visi mengenai karakter pendidikan pada jenjang magister dan doktoral.

Mahasiswa baru diarahkan memahami bahwa studi di Pascasarjana bukan sekadar menyelesaikan mata kuliah dan memperoleh gelar akademik. Pendidikan Pascasarjana merupakan proses membangun tradisi berpikir kritis, mengembangkan kemampuan riset, serta menghasilkan kontribusi keilmuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prof. Moh. Roqib menyebutkan, Pascasarjana UIN Saizu terus mendorong terbentuknya ekosistem akademik yang unggul dalam keilmuan, kuat dalam tradisi riset, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjunjung tinggi integritas akademik.

Melalui dukungan dosen, pengelola program studi, tenaga kependidikan, dan berbagai fasilitas akademik, mahasiswa baru diharapkan mampu berkembang menjadi akademisi dan profesional yang kompeten sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Dengan fondasi tersebut, perjalanan akademik mahasiswa baru Pascasarjana UIN Saizu diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik personal, tetapi turut menghasilkan gagasan, penelitian, dan karya yang berkontribusi bagi pengembangan masyarakat dan peradaban. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *