FEBI UIN Saizu Benchmarking Pembangunan Zona Integritas ke UIN Salatiga

UINSAIZU.AC.ID- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melakukan Benchmarking Pembangunan Zona Integritas (ZI) ke Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis FEBI UIN Saizu Purwokerto untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mencegah praktik korupsi di lingkungan kampus. Rombongan FEBI UIN Saizu dipimpin langsung Dekan FEBI, Prof. Jamal Abdul Aziz.
Kegiatan tersebut didampingi para pejabat fakultas serta tim Zona Integritas. Kehadiran mereka disambut jajaran pimpinan UIN Salatiga dalam forum diskusi dan pemaparan best practices pembangunan Zona Integritas yang telah diterapkan secara konsisten.
Dekan FEBI UIN Saizu Purwokerto, Prof. Jamal Abdul Aziz menyampaikan bahwa benchmarking ke UIN Salatiga memberikan banyak pembelajaran strategis bagi FEBI dalam mempersiapkan pembangunan Zona Integritas. Praktik baik yang diperoleh akan menjadi referensi dalam merancang kebijakan serta inovasi layanan di lingkungan fakultas.
“Benchmarking ini memberi kami perspektif baru, terutama terkait penguatan pengawasan, inovasi layanan, dan sinergi antara fakultas dan universitas dalam membangun budaya integritas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Saizu berharap dapat mempercepat terwujudnya tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.
Wakil Rektor I UIN Salatiga, Prof. Miftah, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas memerlukan sejumlah prasyarat utama. Menurutnya, komitmen pimpinan dan soliditas tim ZI menjadi faktor kunci dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
“Tanpa komitmen kuat dari pimpinan dan tim yang konsisten, Zona Integritas sulit berjalan optimal. Selain itu, inovasi layanan dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola yang akuntabel,” ujar Prof. Miftah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit kerja agar implementasi ZI tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi di seluruh level organisasi. Dalam kesempatan yang sama, Diah Rohati dari UIN Salatiga memaparkan aspek teknis implementasi Zona Integritas.

Ia menyoroti pentingnya penerapan sistem reward and punishment, penguatan pengawasan internal, serta pemenuhan indikator pada area reformasi birokrasi, khususnya pelayanan publik.
Menurutnya, penyusunan pedoman mutasi SDM internal dan penguatan koordinasi antara fakultas dan rektorat menjadi langkah penting untuk menjaga konsistensi penerapan ZI. Selain itu, inovasi pengendalian gratifikasi juga dinilai efektif dalam membangun budaya integritas.
“Inovasi seperti video kampanye pengendalian gratifikasi bersama Satuan Pengawas Internal (SPI) mampu meningkatkan kesadaran sivitas akademika. Kekompakan tim, kecepatan merespons persoalan, serta sosialisasi Zona Integritas secara berkelanjutan sangat menentukan keberhasilan,” jelasnya.
Dia menambahkan, kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) melalui survei kepuasan layanan dan survei persepsi publik menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan Zona Integritas berjalan efektif dan berkelanjutan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia