Dosen UIN Saizu Diskusi Bareng Tokoh Indonesia di Sydney, Bahas Penguatan Komunitas Muslim

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Dosen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ahmad Dahlan berdiskusi dengan salah satu tokoh masyarakat Indonesia di Australia, Dr. Teuku Chalidin Yacob, dalam rangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional di Sydney.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC), Wiley Park, Sydney. Dr. Teuku Chalidin Yacob merupakan penulis buku Muslim Melayu Penemu Australia sekaligus pendiri AKIC.
Pertemuan Prof. Ahmad Dahlan dengan Dr. Teuku Chalidin menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan komunitas Muslim, pendidikan Islam, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran lembaga keislaman di Australia.
Dr. Teuku Chalidin dikenal memiliki kiprah panjang dalam membangun komunitas Muslim di Australia. Dedikasinya terlihat dari keterlibatannya dalam membangun jejaring masyarakat Indonesia maupun komunitas non-Indonesia di Sydney.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Ahmad Dahlan melihat secara langsung aktivitas dan perkembangan AKIC yang selama ini menjadi salah satu ruang pembinaan masyarakat Muslim di Sydney.
AKIC tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki perhatian terhadap pengembangan budaya Islam serta pemberdayaan anak-anak dari keluarga Muslim yang berasal dari berbagai latar belakang bangsa dan negara.
Pengembangan Islamic culture menjadi salah satu fokus AKIC. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak Muslim mendapatkan pembelajaran mengenai nilai-nilai Islam, etika, dan akhlak sehingga dapat tumbuh dengan pemahaman keislaman yang relevan dengan kehidupan masyarakat multikultural.
Dr. Teuku Chalidin bersama keluarga juga terus mengembangkan AKIC dengan mengoptimalkan jejaring yang dimiliki. Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang AKIC dalam membangun fasilitas dan program pemberdayaan masyarakat.
Dalam perkembangannya, AKIC juga menjalin hubungan dengan MCCA, lembaga yang bergerak di bidang layanan keuangan dan investasi syariah di Sydney. Kolaborasi tersebut antara lain berkaitan dengan pengembangan infrastruktur.
Keberadaan AKIC juga telah menarik perhatian sejumlah tokoh, ulama, rektor, dan pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia yang berkunjung ke pusat kegiatan tersebut.
Menurut Prof. Ahmad Dahlan, kiprah AKIC menunjukkan pentingnya keteladanan dalam membangun komunitas Muslim di tengah masyarakat yang multikultural. Konsistensi dalam mengajarkan etika dan akhlak kepada generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama AKIC.
"Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas AKIC juga berkontribusi dalam memperkenalkan Islam kepada masyarakat yang lebih luas," ujarnya.
Dalam perjalanannya, sejumlah warga Sydney disebut tertarik mengenal Islam melalui interaksi dan kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut. Selain pendidikan dan pembinaan masyarakat, AKIC juga memiliki perhatian terhadap aspek ekonomi syariah.
Salah satunya melalui keterlibatan dalam pengembangan sertifikasi halal serta pengawasan terhadap restoran yang menawarkan makanan sebagai produk halal. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komunitas Muslim tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah, tetapi juga mencakup pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, jaminan produk halal, serta pembentukan karakter generasi muda.
Kunjungan Prof. Ahmad Dahlan ke AKIC menjadi bagian dari kegiatan penelitian dan PKM internasional UIN Saizu di Sydney. Pertemuan dengan Dr. Teuku Chalidin Yacob sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan komunitas Muslim dalam konteks masyarakat Australia yang multikultural.
Pengalaman AKIC dalam membangun jaringan masyarakat, mengembangkan pendidikan Islam, serta menjaga nilai-nilai etika dan akhlak menjadi perspektif penting bagi pengembangan kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut juga memperlihatkan peluang kolaborasi antara perguruan tinggi Islam di Indonesia dan komunitas Muslim di Australia dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan kehidupan keislaman yang inklusif.
Bagi UIN Saizu Purwokerto, kegiatan internasional semacam ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus menghadirkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat global. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia