Cetak Generasi Kritis dan Berintegritas, SEMA Fakultas Syariah UIN Saizu Gelar Bootcamp Parlemen di DPRD Banyumas

UINSAIZU.AC.ID- Senat Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menghadirkan program pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Legislative and Parliamentary Bootcamp 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Komisi A Bidang Legislasi dan Perundang-Undangan tersebut digelar secara eksklusif di Gedung DPRD Kabupaten Banyumas, tepatnya di Ruang Replika Sidang Paripurna Hall B. Program ini menjadi salah satu agenda unggulan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai sistem legislasi, fungsi parlemen, hingga proses perumusan kebijakan publik.
Mengusung semangat mencetak generasi muda yang kritis, progresif, dan berintegritas, bootcamp ini tidak hanya diikuti mahasiswa Fakultas Syariah, tetapi juga peserta dari berbagai kampus dan latar belakang yang memiliki ketertarikan terhadap dunia politik, hukum, dan pemerintahan.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan berbagai agenda yang dikemas secara komprehensif. Peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik melalui simulasi persidangan, diskusi kelompok, serta kajian mekanisme legislasi.
Pelaksanaan kegiatan di lingkungan DPRD Banyumas memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi peserta. Mereka dapat merasakan atmosfer parlemen sekaligus memahami bagaimana proses legislasi dijalankan dalam lembaga perwakilan rakyat.
Sesi pembuka diawali dengan Stadium General bertema "Sistem Parlemen dan Fungsi Legislatif" yang disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Dr. Mugiarti. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya fungsi representasi, legislasi, dan pengawasan yang dijalankan lembaga legislatif dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Materi berikutnya menghadirkan Dosen Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto, M. Wildan Humaidi yang membahas tema "Political Strategy and Communication". Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya strategi komunikasi politik, etika kepemimpinan, serta kemampuan membaca dinamika sosial dan politik secara objektif dan bijaksana.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Tedi Sudrajat memberikan materi bertajuk "Pembuatan Kebijakan dan Legislative Drafting". Ia menjelaskan berbagai tahapan penyusunan kebijakan publik, teknik penyusunan regulasi yang baik, hingga pentingnya kajian akademik dalam menghasilkan produk hukum yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta adalah simulasi persidangan yang dilaksanakan di ruang replika sidang paripurna DPRD Banyumas. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai proses pengambilan keputusan dalam lembaga legislatif.
Mereka belajar menyampaikan pendapat, menyusun argumentasi, memahami tata tertib persidangan, hingga merumuskan keputusan melalui mekanisme musyawarah dan pembahasan bersama. Selain itu, tim mentor dan fasilitator turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Pendampingan ini membantu peserta memahami berbagai aspek teknis persidangan serta memperdalam materi yang telah disampaikan oleh para narasumber. Antusiasme peserta semakin terlihat dalam sesi Forum Group Discussion (FGD).
Pada sesi ini, peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan publik yang berkembang di masyarakat, kemudian merumuskan solusi melalui pendekatan legislasi dan kebijakan publik. Diskusi berlangsung aktif dengan pertukaran gagasan yang konstruktif. Peserta tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga berlatih berpikir kritis dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah, Siti Nur Khabibah, menegaskan bahwa Legislative and Parliamentary Bootcamp 2026 bukan sekadar forum transfer pengetahuan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan pola pikir yang lebih luas mengenai proses lahirnya sebuah kebijakan publik.
"Legislative and Parliamentary Bootcamp bukan hanya tentang belajar mekanisme persidangan atau memahami regulasi. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka cakrawala berpikir bahwa setiap aturan yang baik lahir dari proses panjang, kajian yang mendalam, dan tanggung jawab besar terhadap masyarakat yang akan merasakan dampaknya," ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Saizu, Prof. Hariyanto yang turut hadir memberikan motivasi kepada peserta.
Dia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana pembelajaran strategis yang mampu melahirkan mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan kebangsaan dan ketatanegaraan.
Menurutnya, pemahaman mengenai hukum, politik, dan proses legislasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa di masa depan. Melalui penyelenggaraan Legislative and Parliamentary Bootcamp 2026, Senat Mahasiswa Fakultas Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program edukatif yang memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami hukum dan politik secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam menyusun gagasan, merumuskan kebijakan, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sejalan dengan semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut, parlemen dipandang bukan sekadar ruang sidang atau tempat pengambilan keputusan. Lebih dari itu, parlemen merupakan ruang pengabdian, tempat gagasan diuji, aspirasi diperjuangkan, dan masa depan bangsa dirumuskan.
Dengan semangat belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi, para peserta diharapkan menjadi calon pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia