Details

Angkat Kajian Hidden Curriculum di Pesantren Salafi, Dosen Pascasarjana UIN Saizu Raih Best Paper di INCOILS VI

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Sivitas Akademika Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali meraih prestasi membanggakan. Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) UIN Saizu, Dr. Muh. Hanif,  berhasil meraih penghargaan Best Paper pada The 6th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS VI) di Padang, Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diberikan atas karya ilmiah berjudul “Empirical Research Article” yang dipresentasikan Dr. Muh. Hanif dalam klaster tematik Education. INCOILS VI diselenggarakan Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FORDIPAS PTKIN) dan turut dikoordinasikan Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.

Konferensi internasional tersebut berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di ZHM Premiere Hotel Padang, Sumatera Barat. Forum akademik ini mengangkat tema besar “Religion, Law, and Environmental Sustainability” dan mempertemukan akademisi, peneliti, serta insan pendidikan dari berbagai perguruan tinggi.

Berdasarkan sertifikat penghargaan Certificate of Excellence Nomor 10/FORDIPAS/PTKIN/VIII/2026, Dr. Muh. Hanif dinobatkan sebagai Best Paper pada konferensi tersebut. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas artikulasi gagasan, penguasaan terhadap substansi kajian, serta kontribusi akademik yang disampaikan melalui presentasi.

Dalam forum tersebut, Dr. Muh. Hanif mempresentasikan penelitian berjudul “Sociology of Educational Institutions: Hidden Curriculum, Religious Discipline, and Social Reproduction in Salafy Islamic Boarding.” Artikel ini merupakan karya kolaboratif Dr. Muh. Hanif bersama Prof. Moh. Roqib dan Ismawati.

Penelitian tersebut mengkaji lembaga pendidikan Islam melalui perspektif sosiologi pendidikan, khususnya mengenai hidden curriculum, disiplin keagamaan, dan reproduksi sosial dalam lingkungan pesantren Salafi. Kajian hidden curriculum menjadi penting karena proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran yang secara formal tercantum dalam kurikulum.

Nilai, kebiasaan, aturan, pola interaksi, budaya kelembagaan, serta praktik keseharian di lingkungan pendidikan juga dapat membentuk karakter dan orientasi sosial peserta didik. Perspektif tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen dan sosiologi pendidikan Islam.

Penelitian tidak hanya melihat lembaga pendidikan dari aspek pengelolaan formal, tetapi juga mengamati bagaimana kultur dan praktik pendidikan membentuk perilaku serta kehidupan sosial peserta didik.

Penghargaan Best Paper yang diterima Dr. Muh. Hanif menjadi capaian penting bagi pengembangan tradisi akademik di lingkungan Pascasarjana UIN Saizu. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa karya ilmiah dosen UIN Saizu mampu berkontribusi dalam forum akademik internasional.

Keikutsertaan Dr. Muh. Hanif dalam INCOILS VI juga memperkuat upaya Pascasarjana UIN Saizu dalam mengembangkan budaya riset dan memperluas jejaring akademik internasional.

Konferensi internasional tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian. Forum tersebut juga membuka kesempatan bagi akademisi untuk bertukar gagasan, memperoleh perspektif baru, membangun jejaring penelitian, serta mengembangkan peluang kolaborasi lintas institusi.

Kolaborasi Dr. Muh. Hanif bersama Prof. Moh. Roqib dan Ismawati dalam penelitian tersebut menjadi salah satu contoh pentingnya kerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi memungkinkan suatu kajian dikembangkan melalui perspektif yang lebih beragam sehingga menghasilkan analisis yang lebih komprehensif.

Bagi Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, capaian tersebut juga memiliki nilai strategis. Prestasi dosen dalam forum internasional dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk semakin aktif melakukan penelitian, menulis karya ilmiah, dan mengikuti berbagai konferensi akademik.

Selain itu, keterlibatan dosen dalam forum internasional turut meningkatkan visibilitas Pascasarjana UIN Saizu di lingkungan akademik yang lebih luas. Presentasi penelitian menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kapasitas akademik, bidang keilmuan, serta produktivitas riset perguruan tinggi kepada komunitas ilmiah.

Pencapaian Dr. Muh. Hanif sekaligus menegaskan bahwa pendidikan pascasarjana tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di ruang kelas. Penelitian, publikasi ilmiah, konferensi, dan kolaborasi akademik merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang produktif dan berorientasi pada pengembangan ilmu.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIN Saizu untuk berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional maupun internasional. Semakin luas keterlibatan dalam forum akademik diharapkan dapat memperkuat budaya riset sekaligus membuka ruang kolaborasi baru dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Penghargaan Best Paper INCOILS VI yang diraih Muh. Hanif menjadi bukti bahwa karya akademik dari Pascasarjana UIN Saizu memiliki ruang untuk berkontribusi dalam diskursus keilmuan di tingkat internasional.

Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sivitas akademika UIN Saizu untuk terus menghasilkan penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan pendidikan, masyarakat, dan tantangan kehidupan global. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *